- Polres Labuhanbatu Sertijab Kasiwas, Wakapolres Tekankan Pengawasan yang Profesional dan Berintegrit
- Kapolres Labuhanbatu Hadiri Resepsi Kenegaraan, Perkuat Sinergitas Forkopimda
- Wali Kota Wesly Bakal Beri Beasiswa kepada Paskibraka Kota P.Siantar 2026 Jika Lulus Masuk UI
- Wali Kota Wesly dan Forkopimda Serahkan Hadiah kepada Pemenang Fun Run dan Pekan Olahraga Merah Puti
- Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
- Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Hamdani Hadiri Penutupan Dikmaba Inf TNI AD Gelombang II TA 2026
- Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar
- L.A. Makmur Sinaga Terpilih Aklamasi Pimpin PPTSB Labuhanbatu Periode 2026–2030
- Polsek Marbau Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
- PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis Keselamatan
Wali Kota Wesly Dorong Business Matching SPPG dan Pelaku Usaha Jadi Wadah Koordinasi

Keterangan Gambar : Asisten Administrasi Umum foto bersama pada giat Bussiness Matching SPPG dan Pelaku Usaha. (ist)
Wali Kota Wesly Dorong Business Matching SPPG dan Pelaku Usaha Jadi Wadah Koordinasi
P. Siantar, NKRIDETIK.COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn mengharapkan dan mendorong kegiatan Business Matching SPPG dan Pelaku Usaha Siantar-Simalungun bisa menjadi wadah koordinasi untuk menentukan langkah-langkah kerja sama mendorong agar komoditas utama seperti beras dan telur dapat dipasok langsung dari produsen lokal. Sehingga harga bisa lebih stabil dan pelaku usaha daerah memiliki kepastian pasar.
Baca Lainnya :
- Limbah Kotoran Sapi Disulap Jadi Pupuk Vermikompos, PT SMART Tbk Buktikan Hasilnya Lewat Demoplot Se0
- PENGABDIAN HINGGA AHIR HAYAT AIPTU SELAMAT SUHERI DILEPAS DENGAN UPACARA PENGHORMATAN KEPOLISIAN0
- Sambut HUT ke-18 Labura, Puskesmas Belungkut Gelar Khitanan Massal untuk 45 Anak Kurang Mampu0
- Viral di Facebook, Polisi Grebek Dugaan Sarang Narkoba di Aek Kanopan Timur0
- Pemko P.Siantar Perbaiki Jalan Berlubang di Simpang Jalan S Parman dan Jalan Sangnaualuh 0
Harapan tersebut disampaikan Wesly dalam Berbagai tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Dedy Tunasto Setiawan SH MH, di acara Business Matching SPPG dan Pelaku Usaha Siantar-Simalungun, yang berlangsung di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (26/06/2026).
Menurut Wesly dalam Berbagai tertulisnya, Business Matching diharapkan dapat memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama dalam rangka fasilitasi kemitraan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku usaha di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Disebutkan, kegiatan Business Matching SPPG dan Pelaku Usaha Siantar-Simalungun merupakan salah satu upaya strategi yang mempertemukan berbagai entitas bisnis untuk menciptakan sinergi dan mencapai tujuan yang saling menguntungkan.
“Ini ibarat jembatan yang menghubungkan pihak-pihak dalam ekosistem bisnis untuk kolaborasi atau kesepakatan,” katanya.
Tujuannya, bisa beragam, mulai penjualan, investasi, kemitraan, hingga alih teknologi. Dengan diarahkan untuk mempertemukan langsung SPPG dengan UMKM, koperasi, produsen, dan pelaku usaha lokal agar tercipta kemitraan nyata dalam rantai pasok pangan daerah, khususnya untuk kebutuhan dapur gizi.
Selain itu, konsep business matching telah berkembang dari pertemuan fisik sederhana menjadi proses strategis yang berorientasi jangka panjang. Ini adalah fondasi penting untuk membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung dan berkelanjutan, bukan sekadar taktik musiman.
"Perusahaan perlu memikirkannya sebagai investasi strategi jangka panjang," tukasnya.
Lebih lanjut dikatakan, meskipun pencocokan bisnis menawarkan banyak peluang, ada beberapa tantangan. Bagi UMKM, kekurangan modal dan pengetahuan bisnis sering menjadi hambatan. Banyak kesulitan UMKM menembus pasar luas dan menerapkan teknologi pemasaran yang efektif; pemasarannya masih door-to-door dan kurang memanfaatkan media sosial.
Keberhasilan program selanjutnya diukur dari dampaknya terhadap perekonomian lokal, stabilitas harga, serta peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh.
“Untuk itu kita berharap acara ini nantinya akan memberikan informasi berkenaan dengan kebijakan langkah-langkah ke depan yang harus kita ambil. dan menciptakan program-program yang dapat mengantisipasi harga gejolak, ketersediaan pasokan pangan, dan kelancaran distribusi, serta mendorong peningkatan kerja sama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman dalam Berbagainya mengatakan, perlu dicermati bahwa inflasi di wilayah Pematangsiantar mengalami peningkatan. Hal tersebut juga mempengaruhi peningkatan harga dan daya beli pada masyarakat Kabupaten Simalungun.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Kota Pematangsiantar pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,29 persen. Angka ini memerlukan kewaspadaan bersama.
“Dinamika ini didorong oleh komoditas volatil food yang harganya cukup fluktuatif, seperti tomat yang memberikan andil inflasi 0,34 persen, disusul cabai merah 0,11 persen, dan bawang merah 0,07 persen,” terang Ahmadi.
Sebaliknya, penurunan harga daging dan emas perhiasan menjadi penyeimbang yang membantu menahan laju inflasi lebih tinggi.
Dilanjutkan Ahmadi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masif membutuhkan ketersediaan pasokan yang stabil.
"Kita melihat pemutaran jumlah SPPG di Sumut dari, 165 unit menjadi 1.512 unit dalam waktu singkat," tandasnya.
BI, kata Ahmadi, akan mendukung dengan menyediakan data harga pasar terkini dan informasi UMKM yang kredibel sebagai panduan menu perencanaan bagi SPPG.
Dengan 79 SPPG di Kabupaten Simalungun dan 42 SPPG di Kota Pematangsiantar, memiliki pasar yang sangat besar bagi UMKM lokal. Kebutuhan akan beras, telur, ayam, daging, hingga sayuran per minggunya mencapai skala berton-ton.
“Ini adalah peluang emas bagi UMKM dan pelaku usaha di wilayah Pematangsiantar-Simalungun untuk naik kelas sebagai pemasok utama dalam program nasional ini”, sebut Ahmadi.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmadi menyampaikan tiga pesan utama yang terangkum. Pesan ketiga tersebut, yakni bersama-sama menjaga stabilitas harga pangan; bersinergi mendukung MBG dan digitalisasi sebagai program prioritas nasional; dan gerakan ekonomi masyarakat lokal.
Sementara itu, Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih MM dalam Berbagainya yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Mixnon Andreas Simamora berharap kemitraan antara SPPG dan pelaku usaha harus dibangun secara kuat, transparan, dan berkelanjutan.
Mixnon menerangkan, business match yang dilaksanakan menjadi wadah penting untuk mempertemukan kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing pihak, sehingga tercipta kerja sama yang saling menguntungkan.
“Oleh karenanya, atas nama Pemkab Simalungun saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Pematangsiantar yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan yang sangat strategis ini,” katanya.
Acara tersebut juga menghadirkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Pematangsiantar Drs Legianto Pardamean Manurung MAP, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Pematangsiantar Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, mewakili Kepala Dinas (Kadis) Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, para Pimpinan OPD Pemkab Simalungun, mewakili SPPG, serta para pelaku UMKM Siantar-Simalungun.
Yusnan



.jpg)







