- Polres Labuhanbatu Sertijab Kasiwas, Wakapolres Tekankan Pengawasan yang Profesional dan Berintegrit
- Kapolres Labuhanbatu Hadiri Resepsi Kenegaraan, Perkuat Sinergitas Forkopimda
- Wali Kota Wesly Bakal Beri Beasiswa kepada Paskibraka Kota P.Siantar 2026 Jika Lulus Masuk UI
- Wali Kota Wesly dan Forkopimda Serahkan Hadiah kepada Pemenang Fun Run dan Pekan Olahraga Merah Puti
- Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
- Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Hamdani Hadiri Penutupan Dikmaba Inf TNI AD Gelombang II TA 2026
- Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar
- L.A. Makmur Sinaga Terpilih Aklamasi Pimpin PPTSB Labuhanbatu Periode 2026–2030
- Polsek Marbau Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
- PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis Keselamatan
Limbah Kotoran Sapi Disulap Jadi Pupuk Vermikompos, PT SMART Tbk Buktikan Hasilnya Lewat Demoplot Se

Keterangan Gambar : Saat stap PT smart Padang Halaban, bekunjung ke lahan yang di tanami semangka.(ist)
Limbah Kotoran Sapi Disulap Jadi Pupuk Vermikompos, PT SMART Tbk Buktikan Hasilnya Lewat Demoplot Semangka
Labuhanbatu Utara, NKRIDETIK.COM – Limbah kotoran sapi yang selama ini dianggap tidak bernilai kini disulap menjadi pupuk organik berkualitas tinggi melalui teknologi vermikompos. Inovasi yang digagas PT SMART Tbk Perkebunan Padang Halaban ini dibuktikan langsung melalui lahan percontohan (demplot) budidaya semangka di Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (25/6/2026).
Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Baca Lainnya :
- PENGABDIAN HINGGA AHIR HAYAT AIPTU SELAMAT SUHERI DILEPAS DENGAN UPACARA PENGHORMATAN KEPOLISIAN0
- Sambut HUT ke-18 Labura, Puskesmas Belungkut Gelar Khitanan Massal untuk 45 Anak Kurang Mampu0
- Viral di Facebook, Polisi Grebek Dugaan Sarang Narkoba di Aek Kanopan Timur0
- Pemko P.Siantar Perbaiki Jalan Berlubang di Simpang Jalan S Parman dan Jalan Sangnaualuh 0
- PD Pasar Horas Jaya Data dan Verifikasi Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Dwikora 0
PT SMART Tbk berkolaborasi dengan Kelompok Tani, Pemerintah Desa Aek Korsik, serta Yayasan Sekolah Tani Indonesia (YSTI) mengembangkan lahan demplot seluas 1.000 meter persegi. Lahan tersebut dibagi menjadi dua petak masing-masing seluas 500 meter persegi, yakni menggunakan pupuk vermikompos dan pupuk kimia konvensional sebagai pembanding.
Melalui metode ini, petani dapat melihat secara langsung perbedaan pertumbuhan tanaman, kondisi tanah, produktivitas, hingga kualitas buah semangka yang dihasilkan.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan limbah peternakan. Kotoran sapi diolah menggunakan cacing African Night Crawler (ANC) menjadi pupuk organik yang kaya unsur hara dan mikroorganisme bermanfaat bagi tanaman.
Manajer PT SMART Tbk Perkebunan Padang Halaban, Sucipto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong kemandirian desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Aek Korsik. Bersama Yayasan Sekolah Tani Indonesia yang telah berpengalaman mendampingi desa-desa di Indonesia, kami ingin memaksimalkan potensi yang dimiliki desa,” ujarnya.
Menurutnya, potensi terbesar Desa Aek Korsik adalah limbah kotoran ternak sapi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui program ini, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik alternatif pengganti pupuk kimia. Ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Mewakili Pemerintah Desa Aek Korsik, Raja Badia Raja menyampaikan penghargaan kepada PT SMART Tbk atas kepeduliannya memilih desa mereka sebagai lokasi pendampingan program.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SMART Tbk. Semoga program ini terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Desa Aek Korsik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Program dari Yayasan Sekolah Tani Indonesia, Fatoni Saputra, menjelaskan bahwa demplot ini menjadi bukti nyata limbah kotoran sapi mampu diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Selain meningkatkan hasil panen, kata Fatoni, program tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui produksi pupuk organik berbasis sumber daya lokal.
Selama pelaksanaan program, petani memperoleh pendampingan teknis mulai dari proses pembuatan vermikompos, persiapan lahan, aplikasi pupuk hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tanaman semangka yang menggunakan pupuk vermikompos menunjukkan perkembangan akar yang lebih baik, kondisi tanah lebih gembur, serta daya tahan tanaman yang lebih tinggi dibandingkan tanaman yang menggunakan pupuk kimia.
Salah seorang petani peserta, Legimin, mengaku merasakan langsung manfaat penggunaan pupuk vermikompos.
“Kami bisa melihat sendiri perbedaan kondisi tanaman dan kualitas tanah. Vermikompos memberikan hasil yang sangat menjanjikan, biaya produksi bisa ditekan, sementara tanaman terlihat lebih sehat dan kuat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga memberi nilai tambah bagi para peternak sapi karena limbah ternak yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Pemerintah Desa Aek Korsik menyambut baik pelaksanaan program yang dipusatkan di Dusun IV Patok Besi tersebut karena dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.
Ke depan, PT SMART Tbk bersama Yayasan Sekolah Tani Indonesia berencana memperluas penerapan pupuk vermikompos pada berbagai komoditas hortikultura lainnya serta mendorong terbentuknya unit usaha produksi pupuk organik yang dikelola kelompok tani.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Program Demoplot Vermikompos menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan serta berpotensi menjadi model pertanian ramah lingkungan yang dapat diterapkan di berbagai daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Chairi Wardhana, Pemil Wendri (Asisten Kepala PT SMART Tbk), Naomi (Staf CSR PT SMART Tbk), Ahmad Fauzi (Koordinator Riset PT SMART Tbk), dr. Harry Hardinata, Hasyim, Gabriel, Il Geo (Sustainable Officer PT SMART Tbk), fasilitator petani Yayasan Sekolah Tani Indonesia, serta masyarakat Desa Aek Korsik.
Reporter: Supriadi Nasution



.jpg)







