Lengkap Gunakan Gotong dan Bulang, Hardiknas Diperingati di Kota P. Siantar

By nkridetik.com 04 Mei 2026, 13:18:55 WIB pendidikan
Lengkap Gunakan Gotong dan Bulang, Hardiknas Diperingati di Kota P. Siantar

Keterangan Gambar : Wali Kota P. Siantar hadir Sekda pada saat Pembina Upacara Hardiknas. (ist)


Lengkap Gunakan Gotong dan Bulang, Hardiknas Diperingati di Kota P. Siantar

P. Siantar, NKRIDETIK.COM

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn pengurus Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Nasional) Tahun 2026, di UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar, Jalan Merdeka Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (02/05/2026) pagi.

Baca Lainnya :

Para petugas upacara dan guru-guru SMPN 1 Pematangsiantar mengenakan pakaian adat Simalungun, lengkap dengan Gotong dan Bulang.

Wesly yang berisi Junaedi membacakan Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Disampaikan, Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan semangat pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan dengan tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem antara; asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan, pelatihan),” terangnya.

Sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, selanjutnya, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa. Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya.

Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan berdaya tahan.

Berdasarkan landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

“Sebuah adagium populer menyebutkan: jika ingin memajukan bangsa, memperbaiki pendidikan. Jika ingin memperbaiki pendidikan, memperbaikilah mulai dari dalam kelas,” sebutnya.

Selanjutnya, Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional. Untuk melaksanakan Pembelajaran Mendalam sebagaimana mestinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima strategi kebijakan.

Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Kedua, menyediakan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban. 

Ketiga, Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual. Sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid.

Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel.

Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi 'pendidikan berkualitas untuk semua' melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan.

“Kementerian menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam dan luar negeri yang selama ini telah bekerja sama dengan baik,” tukasnya.

Di akhir pidatonya dikatakan, berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Pola pikir yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan pencapaian angka-angka kuantitatif.

Turut hadir, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Drs Risbon Sinaga MM dan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Fahrudin Sagala SPdI, serta undangan lainnya.

Yusnan




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Obat Cytotec Farmasi - Kanan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.