- Wali Kota Wesly Bersama Unsur Forkopimda Serta Pimpinan Gereja Nyalakan Pohon Terang
- Wali Kota Wesly dan Forkopimda Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Sibolga-Tapteng
- Wali Kota P. Siantar Lantik dan ambil sumpah Junaedi dan Herri Okstarizal Dilantik Wali Kota P. Sian
- Ketua TP PKK Kota P. Siantar Ny Liswati Buka Sosialisasi Kanker Serviks
- Wali Kota Wesly Ikuti Rakor Pembahasan Langkah Konkret Mengantisipasi Momentum Natal 2025 dan Tahun
- Bantu Korban Banjir di Tebing Tinggi dan Tapanuli Utara, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsianta
- Wali Kota Wesly dan Ny Liswati Bersama Para Guru Peringati Hari Guru Nasional
- Wali Kota Wesly Rakor Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana
- Wali Kota Wesly Didampingi Ny Liswati Hadiri Syukuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada
- Pembangunan Kios Darurat Pasar Horas Ditarget Selesai sebelum Natal 2025
Jelang Hari Pahlawan, Wesly Diwakili Hamzah Damanik Buka Diskusi Perjuangan Tuan Dolok Panribuan Rai
_copy_480x360.jpg)
Keterangan Gambar : Wesly Diwakili Hamzah Damanik serta peserta foto bersama usai buka Diskusi Perjuangan Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga Melawan Belanda. (ist)
Jelang Hari Pahlawan, Wesly Diwakili Hamzah Damanik Buka Diskusi Perjuangan Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga Melawan Belanda
P. Siantar , NKRIDETIK. COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn mewakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hamzah Fanshuri Damanik membuka secara resmi Diskusi Menelaah Literasi Perjuangan Tokoh Simalungun Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga, melawan Kolonial Belanda yang Terlupakan. Diskusi berlangsung di Ruang Data Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Sabtu (08/11/2025).
Baca Lainnya :
- Di Bawah Kepemimpinan Wesly, Kali Pertama Festival Kopi Digelar di Kota Pematangsiantar 0
- Enam Orang Pejabat Tinggi Pratama di Lantik Bupati0
- Diduga Pengurus Rugikan Perusahaan,Proses Eks Danton PTPN IV MEP \'Senyap0
- Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025, Wesly dan Ny Liswati Serahkan KUR kepada Pelaku UMKM 0
- Hadiri Peringatan HUT ke-61 Batalyon Infanteri 122/TS, Wesly Puji Pasukan TS Telah Hadir Dedikasi Lu0
Inisiator diskusi ini Esra Eduward Sinaga dan Sanggar Budaya Rayantara, berkolaborasi dengan Pemko Pematangsiantar, Pemkab Simalungun, serta unsur Forkopimda hingga tokoh adat dan budaya Simalungun. Sedangkan tema diskusi: Meneladani Nilai-nilai Perjuangan Tokoh Terdahulu dalam Upaya Membangun Semangat Nasionalisme, Keberanian, Integritas, serta Cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tampak hadir, Ketua Sanggar Budaya Rayantara Sri Sultan Saragih SSi, seluruh Hasusuran Tuan Dolok Panribuan, seluruh Pemangku Adat Simalungun, ormas dan pemuda, serta perwakilan mahasiswa se- Kota Pematangsiantar.
Dalam perayaannya, Wesly menghadirkan Hamzah menyampaikan, diskusi tersebut merupakan momentum menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.
“Hari Pahlawan bukan sekedar momentum untuk mengenang jasa para pejuang bangsa, tapi juga untuk meneladani semangat juang mereka dalam kehidupan kita hari ini. Tema diskusi yang diangkat oleh Sanggar Budaya Rayantara ini memiliki makna yang sangat mendalam, karena mengajak kita untuk menggali kembali kisah perjuangan tokoh-tokoh lokal Simalungun yang selama ini mungkin belum banyak diketahui atau terdokumentasi secara luas,” katanya.
Masih kata Wesly yang memerankan Hamzah, perjuangan rakyat dan tokoh Simalungun dalam melawan penjajahan Belanda adalah bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia.
Mereka berjuang dengan keberanian, pengorbanan, dan kecintaan terhadap tanah air. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menghidupkan kembali semangat kepahlawanan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan sejarah lokal sebagai bagian yang tak terpisahkan dari mozaik perjuangan nasional. Saya mengapresiasi inisiatif Sanggar Budaya Rayantara yang terus konsisten dalam menggali, meneliti, dan memperkenalkan nilai-nilai perjuangan serta warisan budaya Simalungun kepada generasi muda,” jelasnya.
Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi bentuk nyata bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya diwujudkan dengan angkat senjata, tetapi juga dengan literasi, penelitian, dan pelestarian sejarah.
“Kepada para peserta diskusi, saya berharap agar kegiatan ini menjadi ruang inspiratif untuk memperdalam pengetahuan tentang perjuangan para pahlawan lokal, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah kelahiran kita, Kota pematangsiantar, yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur perjuangan. Mari kita jadikan momentum Hari Pahlawan ini sebagai pengingat bahwa tugas kita hari ini adalah meneruskan perjuangan para pahlawan dengan berkarya, menjaga persatuan, serta membangun Kota Pematangsiantar menjadi kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tukasnya.
Esra Eduward Sinaga selaku penggagas mengatakan perjuangan Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga melawan Kolonial Belanda banyak disebutkan pada beberapa literatur, namun tidak secara detail.
“Ada beberapa buku sejarah yang membahas tentang Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga dan digital, inilah yang saya himpun dan oleh karena itulah saya berharap kita berkolaborasi dan bersinergi agar Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga dapat menjadi Pahlawan.Semoga di Hari Pahlawan ini, Tuan Rondahaim Saragih dan pengusulan Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga dapat berjalan dengan baik,” tukasnya.
Ketua Sanggar Budaya Rayantara Sri Sultan Saragih dalam laporannya mengatakan latar belakang diskusi ini merupakan sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran penting para tokoh yang berjuang melawan penjajahan Kolonial Belanda.
“Literasi atau tulisan yang merekam perjuangan mereka, baik berupa naskah kuno, biografi, maupun catatan sejarah, memiliki nilai yang sangat berharga sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi. Oleh karena itu diperlukan sebuah forum diskusi yang mendalam untuk menelaah kembali literasi-literasi tersebut, memahami konteksnya dan menarik hikmah dari perjuangan para tokoh di masa lalu untuk diimplementasikan dalam konteks persahabatan masa kini,” jelasnya.
Selanjutnya diadakan diskusi dengan moderator Jalatua Hasugian yang juga Tim Ahli Cagar Budaya Kota Pematangsiantar bersama narasumber Juandaha Raya Purba dan pegiat literasi Abram Christopher Sinaga.
Yusnan











