- Preman Jalanan Bermodal Bambu, Pelaku Pungli di Jembatan Sei Rakyat Diciduk Polisi
- Kapolres Labuhanbatu Perkuat Soliditas Bersama TNI dan Kejari, Sinergi Penegak Hukum Kian Kokoh
- Wakil Bupati Labuhanbatu Menjadi Motivasi Pada Masa Ta\'aruf SMPIT Arrozaq Rantauprapat
- Wabup Serahkan Ranperda LPPL Radio Siaran Publik Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Labuhanbatu
- BPN Labuhanbatu Gandeng PWI, Percepat Sosialisasi Sertifikat Elektronik dan Perkuat Transparansi Pel
- Pagelaran Seni dan Budaya Kota P.Siantar PRSU ke-50 Tahun 2026 Dihadiri Wako Wesly
- Wali Kota Wesly Tegaskan Bantuan Rehabilitasi Sosial Dasar Salah Satu Bentuk Komitmen Pemerintah Men
- Tingkatkan Kualitas Layanan Publik,Pemko P.Siantar Dukung Dashboard Satu Data
- Pemko-BI Pematangsiantar Gelar FGD Sistem Peringatan Dini Cik Laila
- Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan
Herlina bertindak Irup,Pemko Siantar Peringati Harkitnas Tahun 2025

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Herlina saat membacakan Segala tertulis Menkomdigi. (ist)
Herlina bertindak Irup,Pemko Siantar Peringati Harkitnas Tahun 2025
P. Siantar, NKRIDETIK.COM
Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025 Kota Pematangsiantar digelar di Lapangan Adam Malik, Selasa (20/05/2025) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Wali Kota Herlina dan komandan upacara Rilan Syakban Pohan SSTP MSi yang juga Camat Siantar Martoba.
Baca Lainnya :
- Pemkab Labuhanbatu Ikuti Rapat Koordinasi Perubahan APBD Tahun Anggaran 20250
- Program Makan Bergizi Gratis Mulai Disalurkan di Kota Siantar0
- ASN Pemko Pematangsiantar Dapat Edukasi Pasar Modal 0
- MAN P. Siantar Gelar Pelepasan dan Perpisahan Siswa/siswi kelas XII Angkatan - 41 TP 2024/20250
- Ny Liswati Wesly Silalahi Senam Bugar Bersama KORMI dan Masyarakat0
Upacara peringatan Harkitnas dengan tema: Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat, diikuti Unsur Forkopimda Pematangsiantar, pimpinan OPD Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, para aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan pelajar.
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI) Meutya Viada Hafid dalam Berbagai tertulisnya yang dibacakan Herlina menyampaikan tanggal 20 Mei 2025 tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Tetapi membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.
117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan. Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri.
Namun, selanjutnya, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap pelestarian digital kita.
“Kita hidup di zaman ketika batas-batas geografis semakin kabur, dan peradaban bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak, melainkan oleh kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan. Di tengah arus besar itu, Indonesia tidak berdiri terombang-ambing, tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton,” sebutnya.
Pilihan ini bukan tanpa landasan. Sejak awal, para pendiri bangsa telah meletakkan prinsip yang menjadi jangkar kita dalam menghadapi dunia: politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dalam arus globalisasi yang semakin kuat, kita bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang, menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian. Prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang telah menjadi pedoman sejak awal kemerdekaan, senantiasa memandu langkah kita.
Di tengah polarisasi dunia, Indonesia mengambil posisi sebagai mitra terpercaya-bebas dalam menentukan kepentingan nasional, dan aktif membangun dialog yang produktif dengan berbagai pihak. Prinsip inilah yang menjadikan kian Indonesia dihormati di berbagai forum internasional. Kehadiran kita di pentas global bukan sekadar untuk menyuarakan kepentingan nasional, namun juga untuk membawa gagasan dan solusi yang memberi manfaat bersama. Di tengah dunia yang terus menghadapi panas, Indonesia tampil sebagai mitra dialog yang mampu menjembatani kepentingan.
Semangat inilah yang juga tercermin dalam setiap langkah Kebangkitan Nasional di dalam negeri. Indonesia menapaki jalur pembangunan yang tidak hanya terfokus pada pertumbuhan ekonomi, namun juga memastikan setiap kebijakan membuka ruang bagi kemajuan yang adil dan merata. Sebuah ikhtiar besar agar pembangunan yang megah tetap kokoh pada kepentingan rakyat.
Dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih, dimulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat. Karena kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang.
Seluruh upaya berpulang pada satu tujuan besar: membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju, tetapi benar-benar berpihak pada rakyat. Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, diteguhkan kembali arah perjalanan bangsa. Dan dalam semangat itu, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama Kebangkitan Nasional. Delapan misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat.
Di balik setiap kebijakan fiskal, setiap program sosial, dan setiap langkah strategis, selalu ada satu tujuan yang diingat oleh Pemerintah Indonesia: agar setiap rakyat Indonesia, di kota besar maupun di pelosok desa, merasa dilibatkan dan diberdayakan dalam kemajuan bangsanya sendiri.
“Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sejati, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, tertanam dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan membuahkan keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan,” ajaknya.
“Dirgahayu Hari Kebangkitan Nasional ke-117. Mari melangkah bersama, dengan langkah yang tenang namun penuh keyakinan, menuju Indonesia yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih beradab,” sambungnya.
Upacara diisi dengan pengibaran bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pembukaan UUD 1945, doa, dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Yusnan



.jpg)







