- Polres Labuhanbatu Sertijab Kasiwas, Wakapolres Tekankan Pengawasan yang Profesional dan Berintegrit
- Kapolres Labuhanbatu Hadiri Resepsi Kenegaraan, Perkuat Sinergitas Forkopimda
- Wali Kota Wesly Bakal Beri Beasiswa kepada Paskibraka Kota P.Siantar 2026 Jika Lulus Masuk UI
- Wali Kota Wesly dan Forkopimda Serahkan Hadiah kepada Pemenang Fun Run dan Pekan Olahraga Merah Puti
- Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
- Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Hamdani Hadiri Penutupan Dikmaba Inf TNI AD Gelombang II TA 2026
- Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar
- L.A. Makmur Sinaga Terpilih Aklamasi Pimpin PPTSB Labuhanbatu Periode 2026–2030
- Polsek Marbau Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
- PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis Keselamatan
Dinkes P.Siantar Gelar Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan AKI-AKB sekaligus Launch
.jpg)
Keterangan Gambar : Dinkes P. Siantar saat gelar program Lintas dan lintas sektor penurunan SKI-AKB. (ist)
Dinkes P.Siantar Gelar Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan AKI-AKB sekaligus Launching Inovasi SIPITA
P. Siantar, NKRIDETIK.COM
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan AKI-AKB, sekaligus Launching Inovasi SIPITA (Komunikasi Pelayanan Ibu Hamil Terintegrasi) di Aula Bhakti Husada Dinkes Pematangsiantar, Jalan Sutomo, Senin (27/07/2026). Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar Urat Hatoguan Simanjuntak SKM MKes perwakilan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Ari Puji Astuti SKM MKes.
Baca Lainnya :
- Sekda Junaedi Atas Nama Wali Kota Wesly Lantik Kadisdukcapil dan Pejabat Fungsional 0
- Bupati Maya Hasmita Sambut Ulama Besar Al-Azhar Mesir, Syekh Dr. Hisyam Kamil0
- Wesly Tegaskan Pemko P.Siantar Komitmen Bangun Lingkungan Ramah Anak0
- Pemko P.Siantar dan Forkopimda Rapat Perdana Persiapan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI0
- Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Hamdani Buka Forum Komunikasi Peningkatan Kualitas SDM BKMT0
Ari Puji Astuti dalam Berbagainya mengatakan, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur derajat kesehatan serta kualitas taraf hidup suatu daerah. Penurunan AKI dan AKB tidak hanya menjadi bagian dari komitmen nasional melalui transformasi sistem kesehatan, tetapi juga tanggung jawab moral bersama di Kota Pematangsiantar.
“Penyebab kematian ibu dan bayi sangat kompleks dan multifaktor. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran Dinas Kesehatan. Diperlukan sinergi, kolaborasi, dan komitmen yang kuat dari seluruh program, lintas sektor, organisasi profesi, hingga elemen masyarakat di tingkat akar rumput,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen nyata dan langkah akselerasi dalam menjawab tantangan tersebut, lanjut Ari, dengan bangga Dinkes Pematangsiantar meluncurkan Inovasi SIPITA.
“Inovasi ini hadir sebagai terobosan untuk memperkuat sistem pendataan, pemantauan, serta intervensi dini terhadap kesehatan ibu dan bayi di Kota Pematangsiantar agar lebih terintegrasi, cepat, dan tepat sasaran. Melalui pertemuan koordinasi dan peluncuran Inovasi SIPITA ini, saya berharap sinergi lintas sektor semakin solid. Seluruh instansi terkait, dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan, dapat mengambil peran aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tukasnya.
Ari menyampaikan, inovasi dijalankan secara optimal. SIPITA hadir sebagai solusi cerdas untuk menekan AKI dan AKB.
“Kehadiran SIPITA hendaknya benar-benar dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh seluruh tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan, bukan sekedar seremonial. Mari kita perkuat sistem referensi dan pemantauan kesehatan ibu hamil, melahirkan, serta bayi baru lahir secara lebih responsif. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras kita semua, saya optimistis target penurunan AKI dan AKB di Kota Pematangsiantar dapat tercapai demi mewujudkan masyarakat yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tuturnya.
Selanjutnya Ari Puji Astuti memberikan pemaparan lebih lanjut terkait kegunaan SIPITA.
Ari tekanan SIPITA hadir sebagai solusi cerdas untuk menekan AKI dan AKB. Inovasi ini mengalami pembaruan strategi yang sangat signifikan: dari semula yang direncanakan berbasis aplikasi seluler (mobile app), kini bertransformasi menjadi sistem edukasi dan komunikasi kelompok terintegrasi.
"Kita melakukan evaluasi mendalam. Jika dipaksakan menggunakan aplikasi, biayanya sangat besar, harus terus-menerus di-update, risiko tidak berkelanjutan, dan belas kasihan ibu hamil jika harus terus men-download aplikasi baru. Oleh karena itu, SIPITA diubah menjadi sistem komunikasi yang lebih membumi, mengutamakan interaksi langsung, namun tetap terstruktur," jelasnya di hadapan para peserta.
Melalui inovasi SIPITA yang baru, peran tidak hanya bertumpu pada pengelola program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), melainkan berkolaborasi erat dengan Tim Promosi Kesehatan (Promkes). Nantinya, koordinasi puskesmas akan diperkuat melalui pembentukan grup komunikasi khusus yang aktif memberikan edukasi terjadwal setiap hari Kamis serta melakukan umpan balik secara berkala.
Dengan adanya sosialisasi ini, seluruh puskesmas diharapkan segera melaporkan dengan laporan kepada pimpinan, membuat SK Pelaksanaan Tim, dan membentuk grup SIPITA tingkat puskesmas demi mewujudkan pemetaan risiko dan rujukan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Ia berharap kelurahan dan kecamatan juga mewajibkan para ibu hamil di wilayahnya masing-masing berkoordinasi dengan Dinkes.
“Jadi kami mohon bantuannya kepada bapak-ibu kelurahan, agar di-ayo-ayokan kepada kader untuk responsif terhadap sasaran ibu hamil, agar Dinkes kami dapat bergerak ikut berkumpul melalui SIPITA. Dan khayalan saya, ini seperti Halo Dokter dalam bentuk Sipita, terkhusus untuk pelayanan konsultasi ibu hamil dan anak,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut tampak hadir Sekretaris DPPKB Mispa Tarigan ST MSi, para perwakilan camat dan lurah se-Kota Pematangsiantar, para pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, mewakili Ketua TP PKK, organisasi profesi (IBI, IDI), dan tokoh masyarakat.
Yusnan



.jpg)







