- Polres Labuhanbatu Sertijab Kasiwas, Wakapolres Tekankan Pengawasan yang Profesional dan Berintegrit
- Kapolres Labuhanbatu Hadiri Resepsi Kenegaraan, Perkuat Sinergitas Forkopimda
- Wali Kota Wesly Bakal Beri Beasiswa kepada Paskibraka Kota P.Siantar 2026 Jika Lulus Masuk UI
- Wali Kota Wesly dan Forkopimda Serahkan Hadiah kepada Pemenang Fun Run dan Pekan Olahraga Merah Puti
- Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
- Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Hamdani Hadiri Penutupan Dikmaba Inf TNI AD Gelombang II TA 2026
- Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar
- L.A. Makmur Sinaga Terpilih Aklamasi Pimpin PPTSB Labuhanbatu Periode 2026–2030
- Polsek Marbau Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
- PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis Keselamatan
Cetak Kader Penggerak Perubahan, IMM Sumut Gelar Pelatihan Instruktur Madya

Keterangan Gambar : Ketua Panitia, Muhammad Fahri, mengatakan bahwa menjadi instruktur merupakan bentuk pengabdian yang tidak mudah karena membutuhkan komitmen, keteladanan, dan kemampuan membina kader secara berkelanjutan.(ist)
Cetak Kader Penggerak Perubahan, IMM Sumut Gelar Pelatihan Instruktur Madya
Medan, NKRIDETIK.COM
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menggelar Pelatihan Instruktur Madya (PIM) di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya, Medan, pada 22–27 Juni 2026.
Baca Lainnya :
- Jaringan Narkoba Dalam Lapas Terbongkar, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Amankan Pegawai dan Warga0
- Ketua TP PKK Ny Liswati, Tinjau Kesiapan Kelurahan Tong Marimbun dan Pematang Marihat Ikut Lomba PKK0
- Pengurus Pusat GPI Temu Ramah dengan Wali Kota P. Siantar0
- Perumda Tirta Uli, Dividen ke Pemko Pematangsiantar Rp1,35 M0
- Patroli Tiga Pilar Sasar Hiburan Malam, Balap Liar dan Pungli, Polres Labuhanbatu Perkuat Kamtibmas0
Mengusung tema “Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik”, kegiatan ini menjadi program strategis IMM dalam mencetak instruktur yang kompeten dan berintegritas untuk memperkuat sistem perkaderan di tingkat maupun cabang daerah.
Ketua Panitia, Muhammad Fahri, mengatakan bahwa menjadi instruktur merupakan bentuk pengabdian yang tidak mudah karena membutuhkan komitmen, keteladanan, dan kemampuan membina kader secara berkelanjutan.
“Instruktur adalah jalan yang sunyi. Tidak semua orang bisa melewatinya. Mereka harus mampu mengelola dirinya sendiri sebelum membimbing orang lain,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti kader-kader terpilih dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, Jambi, dan DKI Jakarta. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui diskusi, kajian, serta materi yang disampaikan oleh sejumlah narasumber berkompeten, salah satunya Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Akrim.
Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menegaskan bahwa orientasi perkaderan IMM tidak fokus pada pelatihan fisik, melainkan pada penguatan nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kemanusiaan.
“IMM ingin melahirkan kader yang mampu memanusiakan manusia, memiliki kepedulian sosial, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Rahmat juga menyampaikan bahwa perkembangan IMM di Sumatera Utara menunjukkan tren positif. Jika pada tahun 2024 IMM Sumut memiliki 10 cabang, kini jumlahnya meningkat menjadi 13 cabang.
Tiga cabang baru yang berhasil terbentuk berada di Padang Lawas-Padang Lawas Utara, Nias, dan Batu Bara. Seiring bertambahnya cabang, jumlah kader IMM di Sumatera Utara kini mencapai ribuan orang dan tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik kampus Muhammadiyah maupun perguruan tinggi negeri dan swasta.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, IMM juga terus melakukan transformasi digital dalam sistem perkaderannya. Menurut Muhammad Fahri, digitalisasi menjadi peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pelatihan kader.
Ia berharap para peserta tidak hanya memahami teori selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui dakwah Islam yang berkemajuan.
“Meski jumlah pesertanya tidak banyak, kami berharap mereka menjadi tim yang solid dan mampu membawa perubahan positif bagi organisasi serta masyarakat,” tutupnya.
(PARLAUNGAN SIPAHUTAR)



.jpg)







