Cetak Kader Penggerak Perubahan, IMM Sumut Gelar Pelatihan Instruktur Madya

By nkridetik.com 22 Jun 2026, 21:58:56 WIB pendidikan
Cetak Kader Penggerak Perubahan, IMM Sumut Gelar Pelatihan Instruktur Madya

Keterangan Gambar : Ketua Panitia, Muhammad Fahri, mengatakan bahwa menjadi instruktur merupakan bentuk pengabdian yang tidak mudah karena membutuhkan komitmen, keteladanan, dan kemampuan membina kader secara berkelanjutan.(ist)


Cetak Kader Penggerak Perubahan, IMM Sumut Gelar Pelatihan Instruktur Madya

Medan, NKRIDETIK.COM 

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menggelar Pelatihan Instruktur Madya (PIM) di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya, Medan, pada 22–27 Juni 2026.

Baca Lainnya :

Mengusung tema “Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik”, kegiatan ini menjadi program strategis IMM dalam mencetak instruktur yang kompeten dan berintegritas untuk memperkuat sistem perkaderan di tingkat maupun cabang daerah.

Ketua Panitia, Muhammad Fahri, mengatakan bahwa menjadi instruktur merupakan bentuk pengabdian yang tidak mudah karena membutuhkan komitmen, keteladanan, dan kemampuan membina kader secara berkelanjutan.

“Instruktur adalah jalan yang sunyi. Tidak semua orang bisa melewatinya. Mereka harus mampu mengelola dirinya sendiri sebelum membimbing orang lain,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti kader-kader terpilih dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, Jambi, dan DKI Jakarta. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui diskusi, kajian, serta materi yang disampaikan oleh sejumlah narasumber berkompeten, salah satunya Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Akrim.

Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menegaskan bahwa orientasi perkaderan IMM tidak fokus pada pelatihan fisik, melainkan pada penguatan nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kemanusiaan.

“IMM ingin melahirkan kader yang mampu memanusiakan manusia, memiliki kepedulian sosial, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rahmat juga menyampaikan bahwa perkembangan IMM di Sumatera Utara menunjukkan tren positif. Jika pada tahun 2024 IMM Sumut memiliki 10 cabang, kini jumlahnya meningkat menjadi 13 cabang.

Tiga cabang baru yang berhasil terbentuk berada di Padang Lawas-Padang Lawas Utara, Nias, dan Batu Bara. Seiring bertambahnya cabang, jumlah kader IMM di Sumatera Utara kini mencapai ribuan orang dan tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik kampus Muhammadiyah maupun perguruan tinggi negeri dan swasta.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, IMM juga terus melakukan transformasi digital dalam sistem perkaderannya. Menurut Muhammad Fahri, digitalisasi menjadi peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pelatihan kader.

Ia berharap para peserta tidak hanya memahami teori selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui dakwah Islam yang berkemajuan.

“Meski jumlah pesertanya tidak banyak, kami berharap mereka menjadi tim yang solid dan mampu membawa perubahan positif bagi organisasi serta masyarakat,” tutupnya.

(PARLAUNGAN SIPAHUTAR)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Obat Cytotec Farmasi - Kanan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.