Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan

By nkridetik.com 08 Jul 2026, 12:28:46 WIB ekonomi
Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan

Keterangan Gambar : Proses pengerjaan pasar Dwikora Parluasan. (ist)


Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan

P. Siantar, NKRIDETIK.COM

Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bergerak cepat dalam melakukan penanganan Pasar Dwikora di Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara, pasca terbakar, Kamis (18/06/2026) dini hari lalu. Sebanyak 311 unit kios terbakar, dengan jumlah kios yang terdata aktif 276 unit.

Baca Lainnya :

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dan jajaran pejabat di lingkungan Pemko Pematangsiantar telah meninjau langsung lokasi kebakaran. Wesly juga telah mencatat Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) dan jajaran Pemko Pematangsiantar untuk melakukan penanganan terhadap pedagang terdampak bencana kebakaran.

Direktur Utama (Dirut) PD PHJ Bolmen Silalahi SP dalam keterangan tertulisnya, Senin (06/07/2026) menyampaikan, Wali Kota Wesly telah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 41 pedagang terdampak kebakaran Pasar Dwikora di kantor Camat Siantar Utara, Jalan Patuan Anggi Kelurahan Sukadame, beberapa waktu lalu. Para pedagang dapat mengambil bantuannya melalui rekening Bank Sumut.

“Sosialisasi bantuan kepada para pedagang dan pemberian sosial sudah terlaksana tahap 1. Sedangkan tahap 2 dan tahap 3 sedang berjalan,” terang Bolmen.

Untuk tindak lanjutnya, Pemko Pematangsiantar melalui PD PHJ menyiapkan 141 unit kios, yang terdiri dari 87 unit di dalam tanpomas, dan 54 unit di kawasan Pasar Dwikora.

“Apabila masih kurang, tersedia juga kios di Balairung Rajawali sebanyak 85 kios yang dapat digunakan sementara oleh pedagang korban kebakaran,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Pematangsiantar melalui Pemerintah Kecamatan dan PD PHJ melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Mufakat, dengan memasang pembatas dan membersihkan selokan-selokan, sehingga arus lalu lintas bisa lancar, terutama dapat dilalui truk-truk dan alat-alat berat.

Ditambahkannya, setelah garis polisi dibuka tanggal 24 Juni 2026, maka Pemko Pematangsiantar langsung bergerak cepat menurunkan alat berat untuk menangani perobhan bangunan sisa kebakaran yang sudah tidak layak, membersihkan puing-puing dari lokasi kebakaran, serta membuat drainase utama dan drainase tambahan.

Masih kata Bolmen, Pemko Pematangsiantar akan membangun atap balairung, lantai kios, lantai jalan, dan fasilitas umum, seperti drainase, instalasi listrik, dan aliran air Perumda Air Minum Tirta Uli, CCTV, APAR, serta lampu penerangan. Dalam hal ini pedagang akan membuat sendiri kios dinding-dinding sesuai ketentuan yang ditetapkan PD PHJ.

Terkait ukuran dan letak kios, lanjut Bolmen, tidak mengalami perubahan.

“Belajar dari kejadian ini, maka PD PHJ perlu melakukan mitigasi risiko, dimana pada saat kebakaran tidak terdapat peralatan/APAR yang mampu untuk mengatasi situasi tersebut. 

Untuk itu diperlukan usaha guna melengkapi peralatan/APAR dan juga untuk penanganan drainase, serta atap yang rawan kebakaran di Pasar Dwikora dan juga Pasar Horas,” tandasnya.

Yusnan




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Obat Cytotec Farmasi - Kanan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.