- Polres Labuhanbatu Sertijab Kasiwas, Wakapolres Tekankan Pengawasan yang Profesional dan Berintegrit
- Kapolres Labuhanbatu Hadiri Resepsi Kenegaraan, Perkuat Sinergitas Forkopimda
- Wali Kota Wesly Bakal Beri Beasiswa kepada Paskibraka Kota P.Siantar 2026 Jika Lulus Masuk UI
- Wali Kota Wesly dan Forkopimda Serahkan Hadiah kepada Pemenang Fun Run dan Pekan Olahraga Merah Puti
- Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
- Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Hamdani Hadiri Penutupan Dikmaba Inf TNI AD Gelombang II TA 2026
- Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar
- L.A. Makmur Sinaga Terpilih Aklamasi Pimpin PPTSB Labuhanbatu Periode 2026–2030
- Polsek Marbau Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
- PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis Keselamatan
Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan

Keterangan Gambar : Proses pengerjaan pasar Dwikora Parluasan. (ist)
Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan
P. Siantar, NKRIDETIK.COM
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bergerak cepat dalam melakukan penanganan Pasar Dwikora di Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara, pasca terbakar, Kamis (18/06/2026) dini hari lalu. Sebanyak 311 unit kios terbakar, dengan jumlah kios yang terdata aktif 276 unit.
Baca Lainnya :
- 75 Orang Kontingen Pramuka P.Siantar Dilepas Sekda Ikuti Jambore Daerah Sumut di Sibolangit0
- Hari Bhayangkara ke-80, Polres Labuhanbatu Teguhkan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat0
- Koperasi Merah Putih: Harapan Baru Ekonomi Desa, Bukan Bancakan Anggaran0
- Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Terpadu di Kecamatan Bandar Masilam0
- Geger! Warga Temukan Mayat Bayi di Parit Perkebunan Sawit, Polisi Langsung Turun ke Lokasi0
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dan jajaran pejabat di lingkungan Pemko Pematangsiantar telah meninjau langsung lokasi kebakaran. Wesly juga telah mencatat Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) dan jajaran Pemko Pematangsiantar untuk melakukan penanganan terhadap pedagang terdampak bencana kebakaran.
Direktur Utama (Dirut) PD PHJ Bolmen Silalahi SP dalam keterangan tertulisnya, Senin (06/07/2026) menyampaikan, Wali Kota Wesly telah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 41 pedagang terdampak kebakaran Pasar Dwikora di kantor Camat Siantar Utara, Jalan Patuan Anggi Kelurahan Sukadame, beberapa waktu lalu. Para pedagang dapat mengambil bantuannya melalui rekening Bank Sumut.
“Sosialisasi bantuan kepada para pedagang dan pemberian sosial sudah terlaksana tahap 1. Sedangkan tahap 2 dan tahap 3 sedang berjalan,” terang Bolmen.
Untuk tindak lanjutnya, Pemko Pematangsiantar melalui PD PHJ menyiapkan 141 unit kios, yang terdiri dari 87 unit di dalam tanpomas, dan 54 unit di kawasan Pasar Dwikora.
“Apabila masih kurang, tersedia juga kios di Balairung Rajawali sebanyak 85 kios yang dapat digunakan sementara oleh pedagang korban kebakaran,” ujarnya.
Selain itu, Pemko Pematangsiantar melalui Pemerintah Kecamatan dan PD PHJ melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Mufakat, dengan memasang pembatas dan membersihkan selokan-selokan, sehingga arus lalu lintas bisa lancar, terutama dapat dilalui truk-truk dan alat-alat berat.
Ditambahkannya, setelah garis polisi dibuka tanggal 24 Juni 2026, maka Pemko Pematangsiantar langsung bergerak cepat menurunkan alat berat untuk menangani perobhan bangunan sisa kebakaran yang sudah tidak layak, membersihkan puing-puing dari lokasi kebakaran, serta membuat drainase utama dan drainase tambahan.
Masih kata Bolmen, Pemko Pematangsiantar akan membangun atap balairung, lantai kios, lantai jalan, dan fasilitas umum, seperti drainase, instalasi listrik, dan aliran air Perumda Air Minum Tirta Uli, CCTV, APAR, serta lampu penerangan. Dalam hal ini pedagang akan membuat sendiri kios dinding-dinding sesuai ketentuan yang ditetapkan PD PHJ.
Terkait ukuran dan letak kios, lanjut Bolmen, tidak mengalami perubahan.
“Belajar dari kejadian ini, maka PD PHJ perlu melakukan mitigasi risiko, dimana pada saat kebakaran tidak terdapat peralatan/APAR yang mampu untuk mengatasi situasi tersebut.
Untuk itu diperlukan usaha guna melengkapi peralatan/APAR dan juga untuk penanganan drainase, serta atap yang rawan kebakaran di Pasar Dwikora dan juga Pasar Horas,” tandasnya.
Yusnan



.jpg)







